STRATEGI PEMASARAN BAITUL MAL WAT TAMWIL (BMT) SEPTA BINA USAHA DI PEKANBARU

  • MUKLIS SAPUTRA

Abstract

Penelitian ini tentang strategi pemasaran BMT Septa Bina Usaha di Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kualitatif ini mengambil rentang waktu bulan februari sampai juni 2011. Pada penelitian ini ditemukan bahwa strategi pemasaran BMT Septa Bina Usaha dilandasi dengan aturan dasar syariat Islami. Hal ini terlihat dari terealisasinya nilai-nilai pemasaran syariah (rabbaniyyah, akhlaqiyyah, al-waqi’iyyah, al-insaniyyah).


Dalam hal pemasaran  BMT Septa Bina Usaha memilih merumuskan pasar yang dituju dengan menggunakan konsep strategi segmenting, targeting dan positioning. Serta juga mengembangkan konsep strategi marketing mix (bauran pemasaran) yang terdiri dari empat unsur yaitu produk, harga, distribusi, dan promosi, beserta tambahan tiga unsur pendukung yaitu people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses). Peneliti berasumsi bahwa sejauh ini strategi yang telah dilakukan oleh BMT Septa Bina Usaha telah sesuai dengan prosedur yang ada, sedangkan permasalahan yang ada di lapangan adalah masih banyaknya masyarakat yang enggan untuk bertransaksi dengan BMT akibat dari kurang pahamnya. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari pengelola BMT untuk dapat lebih mengintensifkan tugasnya yaitu dengan memberikan sosialisasi-sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat, agar ke depannya mereka paham dan mau bertransaksi denganan BMT.

Published
2017-10-16
How to Cite
SAPUTRA, MUKLIS. STRATEGI PEMASARAN BAITUL MAL WAT TAMWIL (BMT) SEPTA BINA USAHA DI PEKANBARU. Al-Amwal, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 121-151, oct. 2017. ISSN 2303-064X. Available at: <http://jurnal.stei-iqra-annisa.ac.id/index.php/al-amwal/article/view/8>. Date accessed: 18 nov. 2017.